Welcome to "JUMP no Sutori"

. . . . Welcome to "JUMP no Sutori". . . .
Hey, guys! don't forget to follow my blog!

\\(^o^)// ~ ~ ~ ~ Arigatou ne ~ ~ ~ ~ \(^o^)/

Kamis, 17 November 2011

E-mail E-mail E-MAIL!!

HP, pasti semua orang tau salah satu benda elektronik tersebut, dan pasti rata-rata semua orang sudah memilikinya. Nahh… kisah ini berawal dari benda kecil yang satu ini.
Nakajima Yuto, salah satu tokoh utama pada cerita ini, baru memiliki sebuah Hp. Lebih tepatnya sih Hp pertama milik Yuto. Karena baru pertama kali, ia sibuk sekali meng-SMS semua temannya, dan sudah pasti seluruh membaa HSJ ikut kena getahnya.
Suatu hari, ia dapat SMS yang berasal dari salah satu temannya, anggap saja nama orang itu Saruwatari Yuchiya. Cewek yang se-umuran Morimoto Ryutaro dengan kata lain 2 tahun lebih muda dari Yuto, campuran Jepang-Indonesia, sebagai leader dari fans club HSJ se-Jepang-Indonesia. Yuchiya adalah salah satu JUMPer ber-ichiban Nakajima Yuto yang beruntung karena dikenal oleh seluruh membaa HSJ, dan bisa bersahabat akrab dengan mereka semua author berharap semoga menjadi kenyataan . Oke, beginilah yang ditulis oleh Yuchiya…
Dear my friend,
Aku mengenalmu tanpa sengaja,
Dengan berjalan iringan waktu,
Kita menjadi akrab satu sama lain,
Satu persatu kenangan manis terukir di hati-ku,
Yang tidak akan pernah ku-lupakan,

Ketika kita telah memiliki kehidupan masing-masing,
Aku pasti mengatakan kepada dunia,
Bahwa aku bahagia punya sahabat seperti diri-mu…

Itulah yang ada di pikiran-ku tentang diri-mu,
Kalau kamu juga berpikir begitu,
Kirim balik pesan ini pada-ku,,
Lalu kirim kepada seluruh sahabat-mu,,
Bila ia kembali mengirim pada-mu,,
Berarti dia juga menganggap-mu sebagai orang yang berharga”

100% pasti Yuto akan kirim balik ke Yuchiya, soalnya si author berharap banyak bisa SMS-san sama ichiban, hehe. Yuto iseng me-forward keseluruh kontak di Hp-nya, dan itu berarti Yuto pasti akan mengirimnya ke seluruh membaa Hey!Say!JUMP.

Dalam beberapa saat, Yuto mendapatkan kembali SMS tersebut, yang berarti banyak orang yang menganggap Yuto sebagai sahabat baik. Satu-persatu masuk kedalam benda kecil tersebut. Kamiki Ryunosuke, Takaki Yuya, Shida Mirai, Daiki Arioka, Chinen Yuri, Yura, Inoo Kei, Yabu Kota, Morimoto Ryutarou, Shintaro, Hikaru Yaotome, Okamoto Keito ….
Berhenti di Keito. Kurang satu! Yuto segera mengecek semua SMS yang masuk. Benar! Ternyata memang kurang! Dari teman baiknya sendiri, Yamada Ryosuke!
Ahh.. mungkin Yama memang belum membaca, pikir Yuto untuk menenangkan hati. Ia yakin Yama pasti akan mengirim balik ke dirinya.

Yuto menunggu hingga keesokan harinya. Pagi-pagi benar ketika Yuto terbangun karena memang sudah sepantasnya ia bangun, soalnya masih belum waktunya berlibur, Yuto membuka Hp-nya untuk melihat apakah sudah dibalas apa belum sama sang kekasih sahabat baiknya tersebut. 1.. 2.. 3.. muka Yuto langsung manyun semanyun-manyunnya, yang berarti tidak ada SMS masuk dari siapa-pun.

Dengan lemah, letih, lesu Yuto berjalan menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah tercinta, Horikoshi Gakuen. Dalam hati hari ini dia tidak mau melihat muka Yamada Ryosuke dulu.

@Horikoshi Gakuen
Ohayou” sambut makhluk kecil nan lincah tersebut dengan ceria, siapa lagi kalau bukan Chinen Yuri, tidak ada yang menjawab, semua makhluk yang ada di kelas tersebut sedang sibuk dengan buku Sejarah masing-masing, sebab hari ini akan diadakan ulangan.
“Sibuk belajar?” Tanya Chii pada Yuto, yang sudah sejak tadi pagi hadir di kelas. Yuto hanya mengangguk lesu. “nande?” Tanya Chii lagi. Dan lagi-lagi Yuto hanya menggeleng. Yuto mengeluarkan Hp-nya, dilihat sebentar, lalu dimasukan lagi. Chii yang melihat hanya geleng-geleng tidak mengerti. Karena dirinya tidak di tanggapin sama Yuto, ia balik ke bangku-nya.
Tidak lama kemudian, Yamada Ryosuke masuk sambil berteriak, “OHAYOU…”. Namun lagi-lagi tidak ada yang menjawab. Yama segera mengambil tempat tetapnya, tepat di sebelah Yuto yang sedang asyik manyun. “ohayou, Yuto-kun”, sapa Yama. Yuto yang sedang membaca buku sejarah tiba-tiba berteriak dan berlari kearah Chii. “Chii, tolong jelaskan tentang ini” kata Yuto. Yama yang shock hanya diam bagaikan patung di tengah kelas. Sayang, sebelum Chii sempat menjelaskan, bel tanda masuk berbunyi, mau tidak mau Yuto harus menghentikan aksinya dan harus kembali duduk disebelah Yama.

Selama pelajaran berlangsung, Yuto dengan tekun mendengankan segala yang dikatakan oleh sensei, padahal biasanya Yuto sering sekali ngantuk didalam kelas, gara-gara aksinya tersebut, Yama semakin bingung apa yang terjadi dengan Yuto.

Saat istirahat…
Yama duduk sendirian didalam kelas. Yuto pergi entah kemana, Chinen lagi dipanggil oleh sensei untuk membantu. Akhirnya karena tidak ada kerjaan, lebih baik ia tidur.
Sekitar 5 menit kemudian, Chii masuk kedalam kelas. Karena melihat hanya Yama saja didalam kelas, ia segera menghampiri Yama.
“Yama-chan” panggil Chii, Yama kaget hingga terbangun. “ee? A? nande?” kata Yama sambil mengucek-ucek mata.
“sendirian aja nih? Gak sama Yuto?”
iie, Yuto gak tau pergi kemana sejak tadi”
hontou? Kok tumben?”
Yama hanya mengangkat bahu. “Yuto hari ini aneh”
doushite?”
“mm… hari ini dia kayak ngejauh gitu. Padahal aku gak salah apa-apa”
“….”
“masa tadi pas pelajaran, dia perhatian banget sama sensei
“bagus dong, Yama. Kok malah dikatain aneh?”
“ya tapi-kan kayak bukan Yuto aja” kata Yama sambil menghela napas
“ohh… OO IYA!! No Hp Yama ganti?” Tanya Chii tiba-tiba.
“nggak, Cuma Hp-ku yang lagi rusak, nomornya sih masih aku simpen, abis-kan banyak nomor kalian didalamnya”
Sou, pantas aja kemarin malam aku coba telpon, tapi ga bisa terus”
“ngomong-ngomong, Yuto tadi pagi nge-lihatin Hp terus tuh, apa yang lagi dia tunggu ya?” Kata Chii lagi. Seenaknya aja nih anak ngambil 2 baris
“mungkin ada keperluan lain kali, nunggu kabar, makanya dia jadi begitu” kata Yama sok tau
“ohh.. “ Chii hanya ngangguk-ngangguk.

Yuto masuk kedalam kelas pada detik-detik terakhir sebelum bel istirahat berakhir, dengan santainya Yuto menyapa Chii tanpa menyapa Yama. Chii yang melihat kelakuan aneh Yuto segera menarik Yuto ketempatnya.
“Yuto, kamu kenapa sih?”
“hah? Aku kenapa?”
“kok gitu sama Yama-chan?”
“gitu gimana? Yang jelas dong Chii, aku gak ngerti nih” kata Yuto malas. Ia sebenarnya ngerti apa yang dimaksud Chii.
“masa sih kamu lagi musuhan sama Yama? Tadi aja kamu gak mau nyapa dia.”
Tuhh kan, pikir Yuto. “males aja”
nani? Aku gak salah denger?”
“ma-lesss” Yuto mengulang.
“ee? Ee? Ee? Nande nande nande?” kata Chii sok imut *emang imut sih* #plak
“inget SMS tentang sahabat yang aku kirim kemarin sore?” Chii mengangguk “Yama nggak nganggep aku sahabat, oke. Dari pada aku nganggap dia tomodachi tapi dia sendiri nggak nganggap aku, lebih baik kan kita jauhan aja”
“ohh..” Chii mengerti permasalahannya. “demo… “
minna-san, back to your sit” guru bahasa inggris masuk, omongan terputus, Chii belum sempat menjelaskan, berarti kesalah pahaman masih berlanjut.

Saat pulang sekolah tiba…

Yuto pulang sekolah sambil loncat-loncat, eh salah, tapi jalan kaki sendirian, biasanya kan sama Yama, tapi kali ini dia hanya sendirian. Sebenarnya sih ada Yama yang jalan bareng Chii tepat di belakang Yuto, mereka berdua sambil mengamati kelakuan Yuto.
Chii sudah memberitahukan Yama kalau ternyata Yuto salah paham gara-gara SMS yang ia kirim, tapi belum ada waktu yang tepat untuk memberitahukan Yuto. Setiap Yama mendekat, pasti Yuto selalu pergi menjauh, hingga akhirnya Yama ke Chii, oleh sebab itu Chii juga kena getah-nya. Yuto juga jadi tidak mau dekat-dekat sama Chii.
Huhh, dasar anak kecil, ada-ada aja yang dibikin rebut, pikir Chii. Ga nyadar kalau sendirinya paling kecil diantara Yama dan Yuto.

@rumah Yuto
Sore hari, sudah sehari Yuto menjauh dari Yama. Yama pun mengerti dan tidak mau mendekat ke Yuto dulu, Yama pun juga cukup senang Chii tidak ikut menjauh dari-nya, malah jadi lebih akrab dengannya.
Yuto sedang duduk-duduk di perkarangan rumah sambil baca manga, tiba-tiba ada seseorang yang amat ia kenal datang, Chinen yuri, si penengah masalah.

“Yuto-kun, Yuto-kun, Yuto-kun” panggil Chii dengan suara ter-imutnya.
Yuto masuk ke dalam rumah tidak ingin bertemu dengan Chii. Chii tau langsung segera berlari ikut masuk. “jangan kabur” kata Chii tenang. Yuto pun bingung, sejak kapan Chii begitu?
“Yuto! Yama tuh nggak sejahat itu!” teriak Chii. Yuto diam memandang Chii, “apa maksudmu?”
“Hape Yama rusak”
“hah?”
“ia, udah dari kemarin rusaknya. Makanya dia nggak dapat SMS dari-mu”
“terus… kenapa dia nggak bilang pada-ku?”
“gimana mau bilang kalau kamu menjauh dari Yama-chan melulu”
“e? ahh.. ia ya” Kata Yuto malu, ia menggaruk-garuk kepala dengan wajah merah. *baka Yuto*
“terus Yama gimana? Aku jadi nggak enak nih sama dia… “ kata Yuto lagi.
Daijyoubu… Yama-chan udah tau kok”
Fiuhhh… Yuto menarik napas lega. “Jadi, kalian batal bertengkar kan? Hehe” Tanya Chinen.
“siapa juga yang bertengkar” jawab Yuto, sambil menjitak kepala Chii yang jauh lebih pendek jadi gampang buat dijitak *aku juga mau jitak dong*

Tiba-tiba…
*telulit telulit* anggep aja suara Hp Yuto
“SMS masuk” kata Yuto, sesegera ia membacanya…
“jiahhh,,, SMS kayak gini lagi… “ kata Yuto lemes..
Chii ketawa ngakak.

Yamada`s Worst Tragedy


Title :Yamada's worst tragedy
Genre : comedy
Author : Yuchiya

Tepuk tangan bergemuruh di Osaka Kyocera Dome. Semua penonton teperanjat melihat aksi yang baru saja Yamada Ryosuke tampilkan di Summary 2012 tahun ini. Kenapa? Baru saja seorang Yamada Ryosuke dan Chinen Yuri berhasil duet.
Terdengar biasa? Tunggu dulu. Kali ini bukan duet sebagai penyanyi, tapi sebagai pemain akrobat!
Bagi Chinen Yuri mungkin ini biasa, tapi kalau bagi Yamada Ryosuke, ini barulah LUAR BIASA.

~~~
2 bulan sebelum Summary di adakan.
Hosh... hosh... hosh…
Suara napas para member Hey!Say!JUMP begitu terdengar. Tentu saja, tahun ini mereka kembali mengadakan Summary yang lebih dasyat dari tahun-tahun sebelumnya. Berarti, mereka semua harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang lebih.
1 diantara beribu member, eh, maksudnya 9 member lainnya, malah asyik di ujung ruangan menikmati ubi bakar rasa keju yang baru di belinya sebelum berkumpul. Siapa lagi kalau bukan tokoh utama kali ini, Yamada Ryosuke.

“Yama-chan!!”
Nyem.. nyem.. nyem..
“Yama-chan!!”
Nyem.. nyem.. nyem.. aarghgh..
“Yama-chan!! Jorok!” teriak Chinen, lagi lagi lagi dan lagi.
Nyem.. nyem.. nyem… oishi~
“Yama-chan~” kata Chinen sekali lagi, mulai mengeluarkan air mata gara-gara dicuekin sama Yamada.
“cup… cup.. cup… jangan nangis ya, Chii” kata Yuya langsung merangkul Chinen. Chinen Cuma diam memerhatikan Yamada sambil pasang muka memelasnya yang sangat sangat sangat sangat sangat imut minta dicubitin.
“YAMADA RYOSUKEEE” kata Keito dengan suara beratnya, yang berhasil membuat Yamada sedikiiittt sekali menghentikan acara makan ubinya.
“nani? Nani? Nani? Mau kasih aku ubi lagi? Mauu…. “ kata Yamada dengan semangat sampai-sampai bisa membuat dirinya pergi ke bulan cukup dengan satu lompatan saja. Ckckck
“dasar kebo! Otakmu makan mulu” kata Hikaru
“enak aja! Yang kebo tuh yang di ujung sana” kata Yamada sambil nunjuk-nunjuk kearah Daiki yang sekarang lagi asyik tidur bersama boneka beruangnya setelah selesai latihan barusan.
Grrookk… hufss.. grrookk… hufss… sungguh lelap.
“terus, ada apa manggil-manggil? Ga tau yah aku lagi amat sangat sibuk banget sekali?”
“sibuk? Apanya yang sibuk? Cuma makan ubi bakar rasa bayem doang” jawab Hikaru.
“ihh~ kalian ga tau ya kalau acara makan ubi di musim panas cuma ada di Negara kita tercinta. Jepang. Jadi.. aku tuh harus wajib meneruskan adat istiadat penting ini. Dan juga, Hikaru, ini tuh bukan rasa BAYEM, tapi rasa KEJU. Gimana sih kalian ini?” mendengar kata-kata Yamada barusan, telah berhasil membuat semua member tanpa Daiki terbengong-bengong untuk 5 jam berikutnya.

***
“GEMPA!! GEMPAA!!” teriak si kebo, alias Daiki tanpa sebab. Membuat semua member shock.
“apa? Gempa apa?” kata Yuto panik, ia mengguncang-guncangkan bahu Daiki yang masih terlelap walau tadi katanya ada gempa.
“gempa… di gedung ini” kata Daiki, padahal dia masih tertidur lelappp sekali. Kok bisa ya?
“kapan? Tadi? Kayaknya nggak ada apa-apa deh, Dai-chan”
“beneran. Tadi, dasyat banget deh. Semuanya panik berhamburan di lantai”
“hah?? Mimpi? Yee~” kata Yuto mulai meninggalkan Daiki.
“yaudah kalau ga percaya”
“nggak!”

Rrtt… rrtt…tomoni tomoni…
“Yoshh.. waktunya latihan lagi. Kali ini YAMADA WAJIB ikut, oke?” kata Yabu.
“yahh,, nande? Aku masih capek. Ngomong-ngomong, belnya baru di ganti ya? Perasaan kemarin masih pake lagi Arigatou”
“oh my gosh. You are still tired? Dari datang sampai sekarang aja kamu sama belum ikut latihan. Gimana mau capek” kata Keito ber-sok-sok-an sama bahasa inggrisnya.
“ga ada alesan lain. Pokoknya kamu wajib ikut, kalau nggak kamu di hukum ga boleh makan ubi bakar selama 2 hari” kata Yabu, galak.
Gubrakk…
Semua member kecuali YamaDaiBu jatuh. Hukuman apaan tuh, Cuma 2 hari, pikir mereka masing-masing. Tapi yang hampir menerima hukuman mulai berair matanya.
“yamete yo. Bagaimana nasibku kalau ga ada ubi bakar selama 2 hari. Se-jam ga ketemu aja serasa udah berabad-abad lamanya. Hikss..” kata Yamada mulai sesenggukan. Guk gukk.. *di kira anjing apa*
“makanya, ikut”
“oke. Asalkan ubi-ku sayang tidak disita, aku rela melakukan apa saja” kata Yamada sambil memeluk ubi bakar yang kesisa. Yang lain Cuma geleng-geleng ga nyangka punya temen rada ajaib kayak dia.
“yoshh… waktunya berlatih. Sutato!”

Oke, mari kita mulai dengan scene yang satu ini.
Seorang Yamada Ryosuke maju ketengah bersama seorang Chinen Yuri, sedangkan para member sisanya duduk dipinggir melihat latihan mereka.
Chinen, seperti biasa memperlihatkan keahliannya. Apa lagi kalau bukan backflip. Dan seperti biasa juga, berhasil dengan sempurna, di tambah aura bunga-bunga dan pelangi bertebaran di sekitarnya.
Lalu giliran Yamada yang backflip. Kenapa? Soalnya sekarang dia sudah bisa sejak latihan untuk perform di Hey!Say! 10 JUMP tahun 2010 lalu.
Baru saja sang Yamada mau loncat, kakinya kepeleset. Sudah bisa ditebak selanjutnya. Yamada jungkir balik saking ahlinya. BRAKKK.. membuat semua mata melotot tot tot nyaris copot.
“gomenasai. Tadi licin. Akan ku coba sekali lagi”
sekali lagi, pahlawan kita kali ini mencoba backflip.
BRUKKK...
Sekali lagi mata mereka melotot tot tot tot nyaris copot tot *lohh??*
"hiahh... Aku malu di lietin kalian. Jangan dong" kata Yamada sok malu-malu tapi mau.
"kenapa kamu ga bisa-bisa?" tanya Inoo, yang ga sabaran melihat tingkah Yamada yang bisa di bilang kurang imut itu.
Diam. Diam. Sunyi. Singgg-
Yama-*garuk-garuk kepala. Senyam senyum. Menatap para member satu persatu. Jeduk-jedukin kepala ke tembok. Duduk. Makan ubi rasa keju*
sisanya-*melototin Yama. Bengong. Ikutan garuk-garuk kepala. Melototin Yama lagi*
"AHAA!! Saya punya ide yang amattt... Cemerlang" kata sang mama-Inoo sambil mukulin meja sampai tangannya yang lentik itu memerah-membiru-menguning-memutih-menghitam-menghijau.
"ehh? Apa?"
Inoo berlari dengan cepatnya, lalu keluar membawa timbangan badan.
"Ayam, sono naik ke atas timbangan" seret mama-Inoo dengan bahagianya.
Yang lain langsung cengar cengir ga sabar pengen liet timbangan Yamada sekarang.
"etoo... Ee... Ga mauu, akyu maluuww" kata Yamada menutup wajah imut nan kakoii nya dengan kedua tangannya.
"harus!! Ini tuh keputusan hidup dan mati kami" kata Yabu sambil mengacungkan celurit yang ga tau nongol dari mana.
"akyu kan lagi cibuk ceman-ceman. Entar kalo kalian liet berat-kyu, ntar pada ngiri, pa lagi aku semakin seksiyy akhir-akhir nich" kata Yamada bergenit-genit ria membuat para member lainnya minus Chinen melotot nyaris copot untuk yang kesekian kalinya.
"mukyaaa... Yama-chan kawaii ne~ aku kalah imut deh. Ajarin akuu~" kata Chinen dengan mata berbinar-binar, "oche deyhh. Ntar akyu ajarin biar seimoet en seseksoyy akyuw"
GUBRAKKK *semua membaa minus Yama sama Chinen langsung jatuh*

kembali ke jalan cerita. Setelah semua berhasil membujuk, atau lebih tepatnya memaksa seorang Yamada Ryosuke. Bayangkan saja pemirsa! Seorang Yamada Ryosuke! Yamada!
"WHATT??? ARE YOU KIDING ME? OH EM JI! Ckckck"- Okamoto Keito
"ehhh?? Ehhh?? Ehhh?? Hontou desuka??"- Yabu Kouta
"Yokatta~"- Chinen Yuri
"eh?? Sin 145 x cos 58 : tan 71 - log 122,568 x 54,123 : akar 451 hasilnya #hg+*hf#ds##n?!;"- Inoo Kei, di akhiri oleh suara hasil bekapan member lain.
"it is nod yoo, layer"- Nakajima Yuto
"it is not you, Yuto. Please never use english like that again" kata Keito. Sok membetulkan. Yuto cuma cengengesan ga jelas.
"se gingsul-gingsul-nya gua juga ga separah lo kalee"- Yaotome Hikaru
"......." - Daiki Arioka, bisa dibayangkan Daiki lagi ngapain sekarang.
"cihh. Dasar buntet"- Morimoto Ryutarou
"sudah berapa lama? Hamil kau?"- Takaki Yuya. Di sambut geplakan hebat dengan penuh cinta dari member lain.
Yang di omongin malah manyun se-manyun-manyun-nya, sekarang tampangnya udah saingan sama hewan terimut sedunia, platipus.

"gomen, aku juga ga tau kalau bakal begini. Hikss" kata Yamada, mulai menangis, tapi tidak lepas juga itu ubi dari tangannya.
"tapi... Ga nyangka juga kalau beratmu sudah hampir 75 dengan tinggimu seperti itu" kata Yabu
"dasar babi, buntet, kuntet, buntel" kata Ryuu sinis banget.
Zlepp,, nancep langsung ke hati Yamada.
Tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, si kecil Chinen langsung maju menghadang Ryuu.
"enak aja, Yama-chan yang imut imut ngegemesin gini di katain gitu. Ga setuju!! Walo Yama-chan beratnya 100 kilo pun pasti tetep kakoii en kawaii. Nee, Yama-chan?"
"hikss, arigatou, Chii-chan" lalu terjadilah peluk-pelukan antara Yamada dan Chinen, seperti di film teletubies. Berpelukan~
setelah semua bubaran, barulah si kebo Dekil Ariokil (panggilan ksayangan dari Author buat si kebo) terbangun.
"ehh? Apa yang terjadi barusan?" tanya si kebo pas liet Chinen masih sibuk nge-hibur Yamada.

***

PERINGATAN KERAS!!
Buat Yamada Ryosuke, dalam waktu 2 bulan harus sudah dapat menurunkan beratnya sebanyak 20kg. Bila tidak berhasil, Yamada tidak akan PERNAH mendapatkan solo part lagi.

Ttd


Yabu Kota

Peringatan tersebut berhasil membuat seorang Yamada Ryosuke, yang di cap sebagai remaja ter-KAKOII sedunia menjadi remaja ter-GANTENG sedunia *apa bedanya, coba??*, kebingungan setengah semaput.
"kore ga nani desuka? YABU-KUNNNN!!!!"
"iya, nyakk? Ada apa teriak-teriak?" tanya Yabu sambil membawa kemoceng dan mengenakan daster oblong kesayangannya.
"lihat, debu di sono masih menumpuk se-meter. Berapa lama sih nggak disapu?"
"maap, nyak. Yang di sono mah baru setaun kaga di bersihin, yang ono malah udah 3 tahun, nyak" jawab sang pembantu tercinta, Yabuyem.
"haduhh, kamu tuh pemalas sekali ya. Lama-lama tak pecat deh"
"mahap, eh, maap nyak"
"Woii, pada ngapain seh? ini lagian, pake acara jadi mbok sama nyak. Ckck" kata Ryuu yang nge-liet kedua seniornya itu yang rada sedeng.
"tau tuhh, kalian bedua tuh kan babu gue" kata Hikaru
"enak e kalian ini. Sopo juga yang pengen jadi babu elo-elo pade"
"chotto matte!!!" teriak Daiki
"Yan to kumi de, yankumi da" Yuto melanjutkan.
"bukann!! Ih Yuto" kata Daiki geregetan
"kalian ini orang Jepang ato orang jawa sih?" kata Daiki lagi. Ckck, tumben-tumbennya aja tu kebo nggak lagi mengebo ria kayak biasanya.
"wong jowo, mas" jawab Yamada seenaknya. Semua melotot tajam kearah Yamada. "maksud saya, orang jepang, mas" lanjut Yamada nyengir kuda lumping.
"oke oke, mari kita lanjutkan ke alur cerita aja, dari pada ngalor ngidul ndak jelas tujuannya, oke??" kata Babu, eh, Yabu maksud saya, hehe *di seret ke gunung merbabu ama fansu Bubu ku cayank #plakk*

"pokoknya aku ga mau tau! Gimana pun caranya kamu HARUS KUDU WAJIB menurunkan berat badanmu, Yama-chan" ujar, si ketua boyband tersebut.
"demo..."
"ga pake demo-demo'an. Ntar dikira kita mau nge'demo presiden Indonesia yang kayak di tipi-tipi gitu" kata Yabu dan disambut jitakan penuh cinta dari Chinen
"yeee, kita ini di Jepang, bukan di Indonesia" kata Chinen. "betewe, kapan-kapan Chii pengen pergi ke Indonesia ahh. Itukan impian Chii sejak masih zaman jebot" kata Chinen dengan mata berbinar-binar.
"ahh, masalah itu mah kagak penting, Chii. Mending mikir bagaimana cara Yama bisa ngurusin badan biar kayak dulu lagi. Masa mau tampil tapi backflip aja kaga bisa. Trus mau ngapain coba dia di panggung ntar? Makan ubi goreng singkong?" tanya si kebo Dai-chan
"daijyobu minna-san. Nanti aku PASTI ngebantu Yama-chan kok. Dari dulu aku kan selalu ngebantu dia sejak junior, nee Yama-chan?" kata sang pangeran Yuto dengan bangganya. Yamada ngangguk-ngangguk
"nahh... Bagaimana kalau diet buat Yama-chan ala Nakajima Yuto-nya kita mulai sekarang aja?" kata Yuto lagi, wajah kakoiinya langsung berubah drastis seperti kakek lampir, berhasil membuat Yamada bergidik ngeri.
"yeahhh... Agree. Lets go!" kata Keito, yang sejak tadi diem aja sibuk nontonin film hollywood terbaru.
"gambaretsugo!!" kata Inoo ngikutin Yamada pas di Hey!Say!10 JUMP dulu.
"OOHH NOOOO!!!!" teriak Yamada, diseret sadis oleh para monster bermuka cakep.

***

disaat bersamaan~
"HUACHIMM... HUACHIMM... Sroottt" - Ohno Satoshi
"napa lu, bersin-bersin? Lagi sakit?" - Matsumoto Jun
"tau ne, mendadak begini" - Ohno
"lagi di omongin ama Fansu kali?" Ninomiya
"Yoshh. Pasti cewe cantik yang lagi ngomongin gua" - Ohno
"yeee~"- *langsung di toyor ama member Arashi*

***

"HIYAAA.... Ga kuat, Yuto-kun" jerit Yamada tak tertahankan.
"ayo, mau kurus kaga? Apa kamu lebih milih ga dapet solo selamanya?" kata Yuto
"ahh, ta-tapi ini sadis banget"
"dikit lagi, GANBATTE!! GANBATTE!!" kata Yuto, langsung menyanyikan lagu Gambaretsugo-Hey!Say!7 dengan sukacita.

Dari kejauhan~
"ckckck, ga nyangka Yuto punya ide begitu" kata Yuya, melihat Yamada disuruh panjat gedung berlantai 30 tanpa pengaman.
"Tapi Yamada hebat, dia sudah berhasil di lantai 12" kata Yabu
"masih jauh, kasian Yama-chan" kata Chinen
"tapi jago juga si Yuto nyari lokasi. Bisa-bisanya dia nemu gedung yang luarnya tralis semua. Jadinya bisa digunain deh tu tralis jadi tangga" kata Yabu
"tapi sadis banget" kata Yuya prihatin
"ia tuh, Yuto-kun malah enak-enakan ngedukung Yama-chan lewat lift yang dari kaca semua" kata Chinen sambil nunjuk-nunjuk Yuto yang lagi nari-nari ga jelas buat ngedukung Yama-chan.
"uwaa.... Yama-chan cepet banget! Sekarang udah sampai di lantai 24" kata Yabu kaget, yang lain nggak kalah kagetnya dengan Yabu.
"Mitte! Yuto mancing Yama cuma pake sekarung ubi bakar rasa coklat!" kata Yuya
"pantes aja Yama mendadak cepet. Pasti Yuto bilang 'kalau ga cepetan, ntar keburu habis' deh" kata Yabu
"tau dari mana?" Tanya Chinen
"biasalah mereka. Nggak penting aja bisa direbutin" kata Yabu

***

setelah Summary berakhir dengan amat sangat sukses besar sekali...
"hueee... Yama, nyaris aja kamu salah tadi, coba kalo salah, kan .... " kata Yuto sambil megang garpu di kiri dan pisau di kanan. Slrrppp....
Yamada hanya memandang ngeri kearah sahabat baiknya itu.
"nahhh... Karena acaranya sukses besar, lets party!!" teriak si pemilik wajar sangar, Takaki Yuya. Disambut hangat oleh para member lainnya.
"YOSHAAA!! Akhirnya aku bisa makan sepuasnya lagi. Ntar aku mau pesen 15 porsi besar Takoyaki, 4 porsi besar Okonomiyaki, 20 tusuk kue dango, sushi, belut bakar, kue tart stroberi jumbo version, en makanan favoritku lainnya" kata Yamada Ryosuke dengan tampang inocent.
"YAMAAA-CHAAAAANNNNN!!!!!!!" teriak yang lain disabut geplakan penuh cinta dari masing-masing member yang mendarat sempurna tepat diatas kepala Yamada.


~The end~



hueee, gomen, ni FF terkesan maksa banget, sebenernya ga maksud begitu kok :'(
hmm,
don't forget to give any comment for this fiction story. Sankyuu *bow*

Hana Yori Dango #1


Awal cerita ini berada di Horikoshi Gakuen, dimana Yaotome Yuri dengan sengaja melewati sekolah megah tersebut. Yuri, ia selalu bercita-cita dapat bersekolah di sekolah elit tersebut, tapi sayang, keluarganya tidak mampu membiayai sekolah yang untuk mendaftar masuknya saja sudah menghabiskan ratusan ribu yen, belum lagi untuk membayar uang bulanan yang tidak kalah mahalnya dari uang pangkal. Jadi, untuk Yuri, masuk ke Horikoshi Gakuen hanyalah sebuah mimpi. Cukup seperti sekarang ini, melewati dan menatapnya saja sudah membuat dirinya bahagia.
Perlahan-lahan Yuri melewati sekolah tanpa gerbang tersebut.

"BAKAR!!! KITA BAKAR SAJAAA!!!"
"BUNUH SAJAA!!"
HEI! HABISI DULU"
"JANGAN BIARKAN LOLOS!"
"MATI SAJA KAU!!"
"BAKA!!"
"YAMETE YOO~"

Ee?? Apa itu? Pikir Yuri, ia segera menuju asal suara tersebut.
Yuri shock langsung menolong orang yang sedang kesusahan tersebut. Dengan keahliannya dalam hal-hal berbau atletik, ia cukup backflip selama beberapa kali untuk tiba ditempat tersebut.
Semua menghentikan aksi gebuk-bakar dan menyaksikan Yuri.
"ne, arigatou" kata orang itu sudah habis babak belur, lalu ia pingsan seketika.

***

Yuri melihat-lihat taman yang supeeerrr besar tersebut. Entah, dimana ujung dari taman itu, sejak tadi Yuri merasa hanya berputar-putar dalam satu tempat dengan pemandangan yang dapat berubah otomatis.
Sugoii, pikir Yuri.
Ia melihat kolam ikan kecil dengan jembatan diatasnya. Airnya sungguh jernih sehingga memperlihatkan ikan-ikan berenang kesana-kemari. Bangku taman diletakan dekat kolam dan dikelilingi pohon-pohon besar menghasilkan suasana yang nyaman.
Yuri berjalan lagi, kearah gedung besar yang letaknya cukup jauh dari kolam tadi.
"dare ga?" bisik-bisik samar terdengar dari arah lain, cukup membuat gadis *??* itu jengah.
Memang benar, seragam tidak berarti mengubah segalanya. Walau pun terlihat sama, tetap saja ada yang berbeda dari diri Yuri.
Orang-orang disekitar Yuri penuh dengan barang-barang mewah, sedangkan Yuri, tasnya saja hanya beli di pasar obral yang harganya 1000 Yen dapat 3.
Baru saja Yuri ingin melangkah ke lokernya di ujung sana, tiba-tiba para murid Horikoshi berlari menuju pintu masuk yang super besar tersebut.
Ee? Apa yang terjadi? Pikir Yuri bingung. Ia mencoba menerobos kerumunan dasyat tersebut.
Pelan-pelan pintu terbuka, siluet empat orang berdiri mulai tampak, wajah orang itu sama sekali tidak terlihat. 5 langkah mantap mereka ambil secara berbarengan, pintu perlahan-lahan mulai menutup menampakan masing-masing wajah pria-pria tersebut.
Kakoii ne, pantas saja gadis-gadis ini berkerumunan, pikir Yuri. Jantungnya mulai berdegup kencang memandang ke-4 orang didepannya. Yuri memegang dadanya. Deg... Deg... Deg...
"bisa permisi sebentar?" kata salah seorang dari mereka kini berdiri tepat didepan mata Yuri. Disambut teriakan kencang dari para gadis.
"do-dozo" kata Yuri, lalu menyingkir memberi jalan.

***

@kelas
"Ne, Minna-san. Hari ini kita kedatangan murid baru, dia masuk karena hasil beasiswa dari Kepala sekolah. Namae wa Yuri-san. Yaotome Yuri" kata sensei memperkenalkan Yuri didepan kelas. Yuri tersenyum manis kearah semua orang, "Yaotome Yuri desu. Yoroshiku onegaishimasu"
"Yaotome-san, kamu duduk di sana, disebelah Nakayama-san, wakarimasuka?" kata sensei memberi petunjuk dimana Yuri harus duduk. Ternyata disebelah  jendela baris ke-3.
"hai, wakarimasu. Arigatou na, sensei" Yuri berjalan kearah bangku yang ditunjuk tadi. Yuri kembali tersenyum kearah teman sebangkunya. "Yaotome Yuri desu. Yoroshiku, ngg-" Yuri terdiam. Mencoba mengingat siapa nama temannya tadi.
"Nakayama Yuma desu. Yoroshiku" kata Yuma.
"ahh, hai. Yoroshiku ne, Nakayama-san"
"ano, Yaotome-san. Tidak usah formal begitu. Cukup Yuma saja juga tidak apa-apa. Aku tidak suka dipanggil dengan nama itu"
"eee? Nande?"
"iee, aku rasa cuma kepanjangan saja dengan nama itu. Aku lebih suka yang simpel saja"
"ahh, wakarimasu. Watashi mou, Yuma-kun, panggil saja Yuri. Aku tidak mau dipanggil Yaotome. Cukup gigi-ku saja yang rada mirip dengan okaasan. Jidatku ga boleh lebar kayak dia juga" kata Yuri sambil memegang jidatnya.
"hahaha, emang okaasan Yuri-chan seperti apa?"
"giginya gingsul. Lihat saja, gigiku jadi gede dua kayak kelinci gini. Huftt, gara-gara okaasan nih" kata Yuri menunjuk kedua gigi kelincinya.
"hmm, tapi kan jadi bukti kalau kamu emang anak aslinya Yaotome-san. Bukan mungut di tong sampah"
"eh? I-iya juga ya."
"hahaha"
"ngomong-ngomong, Yuma-kun juga giginya mirip gigi-ku"
"ee? ia ya? Wahh, ga sadar tuh"
"haha, ia. Dari tadi kamu ketawa giginya jadi kelihatan"
"berarti aku anaknya Yaotome-san juga dong? Wahh, Yuri-chan jadi adik aku. Hahaha"
"dame dayo. Kenapa aku yang jadi adik?"
"mm??" Yuma sibuk berpikir "karena Yuri-chan lebih cocok jadi adik. Soalnya aku anak tunggal, dari dulu pengen punya adik perempuan"
"aa, aku punya oneechan. Yokatta ne"
"idihh, kalau gitu aku jadi oniichan-mu saja"
"ogah, neechan aja suka jahatin aku. Aku mah ga mau nambah, cukup satu aja"
"ia deh, Yuri-chan"
perbincangan antara Yuri dan Yuma terus berlanjut. Semakin hari, Yuri dan Yuma akhirnya menjadi teman akrab. Yuri memang mudah berteman dengan siapa saja, apa lagi ditambah wajahnya yang imut dan otaknya yang encer, sehingga banyak yang mau berteman baik dengannya.
Suatu hari, terjadi perbincangan seru diantara Yuma dan Yuri pada saat pulang sekolah.
"ne, Yuma-kun, kau tau 4 anak yang datang ketika aku pertama kali datang?"
"ngg?" tanya Yuma bingung
"yang itu loh, waktu itu datang mereka di kerumunin banyak orang. 4 cowo itu"
"ahh, mereka. Kenapa?"
"aku penasaran saja siapa mereka, dare ga, Yuma-kun?"
"mereka itu F4. Alias four Flowers. Ketuanya Nakajima Yuto, yang paling tinggi dan cakep diantara mereka semua. Yahh, yang lainnya juga ga kalah cakep sih. Apa lagi aku. Hehe"
"ihh narsis" kata Yuri. "ayo, lanjutkan"
"hmm, dia pewaris perusahaan Horikoshi yang terkenal itu. Salah satunya dia adalah anak pemilik sekolah ini"
"EEE??? NANI? HONTOU NE?" kata Yuri kaget.
"yah, emang begitu. Terus yang disebelah kirinya itu Inoo Kei. Dia itu cucu kesayangannya presiden Indonesia, Inoo Kei itu campuran Jepang-Indonesia. Namun kekayaannya tak terbendung di Indonesia. Tapi walau begitu, Nakajima Yuto tetaplah yang terkaya diantara mereka semua" jelas Yuma. Yuri hanya manggut-manggut kagum.
Ia tak pernah menyangka akan satu sekolah dengan orang-orang kelas atas seperti sekarang ini.
"sebelah kanannya Nakajima-san ada Morimoto ryuu. Dia salah satu pewaris perusahaan keramik ternama di Jepang. Kau tau kan Morimoto's group?"
Yuri hanya mengangguk sekali. Ia tau sekali Morimoto's grup. Yaotome Saya, alias oneechan kesayangan Yuri, amat sangat menyukai keramik yang berasal Morimoto's grup. Sayang, harganya jauh dari jangkauan keluarga Yuri, sehingga Saya hanya bisa memandangnya saja tanpa dapat menyentuhnya.
"Namun sayang, Morimoto-san memang berwajah tampan dan imut, tapi ia menggunakan kelebihannya itu dengan tindakan yang tidak sepantasnya" kata Yuma.
Yuri mengerutkan keningnya. "maksudnya?"
"maksudku, dia itu termasuk playboy. Pacarnya saja ganti-ganti tiap minggunya. Mungkin juga tiap hari"
"HARI??? Yang benar saja! Padahal aku pun ...." kata Yuri, cepat-cepat ia menutup mulutnya nyaris keceplosan.
"ee? Yuri-chan kenapa?" tanya Yuma bingung. Penasaran juga ia dengan kata-kata Yuri barusan.
"aa-e-i-iee. Lanjutkan saja, Yuma-kun"
"terserahlah. Hmm, yang terakhir namanya Takaki Yuya. Dia anak dari Yakuza terkenal di Jepang. Semua yakuza sangat hormat terhadap ayahnya. Karena itu Takaki-pun ikut dihormati karena mereka takut dengan ayahnya. Oia, jangan lupa. Takaki Yuya amat sangat kaya, walau pun ayahnya seorang yakuza. Bisa dibilang keluarganya adalah bos yakuza"
"demo, kenapa seorang yakuza bisa kaya raya?" tanya Yuri bingung.
"wakaranai. Mungkin sudah diwariskan secaraa turun temurun"
Yuri sekali lagi hanya manggut-manggut.
"ahh, wakatta. Arigatou na, Yuma-kun. Ne, ayo kita ke
kantin. Temani aku belanja makanan" ajak Yuri.
"hontou? Kamu yakin mau kekantin?"
"emang kenapa?"
"etoo... Harganya mahal banget lohh. Walau pun aku sanggup beli, tapi menurutku lebih baik menyimpan uang tersebut" jelas Yuma, sedikit ragu pada suaranya.
"ma-mahal gimana?" tanya Yuri curiga.
"segelas air putih saja harganya 200 Yen. Dan makanan yang paling murah seharga 1000 Yen dengan porsi setengah"
mata Yuri melotot kaget "HO-HONTOU NE?? ITU MAH HAMPIR UANG JAJAN-KU SEBULAN"
Yuma melotot kaget, "USO DAYO! Aku saja sehari sekitar 2000 Yen."
"hei, aku jujur. Orang tua-ku memang hidup miskin. Tidak seperti para murid disini, yang keluarganya serba berkelimpahan" kata Yuri, Yuma tau Yuri cukup tertekan sekolah di sekolah yang jauh dari jangkauan keluarganya. Tapi Yuma juga tau, Horikoshi gakuen itu salah satu impian sekolah Yuri, Yuri sering sekali mengatakannya.
"ahh, wakarimasu. Turut berduka"
"HEII!! Enak saja berduka. Gini-gini keluargaku tetap bahagia nan sejahtera"
Yuma hanya ngangguk-ngangguk. Ia tidak mau mendapat masalah dengan gadis imut disebelahnya.
Yuma tersenyum manis *author muntah* ke arah Yuri, "hei, ayo kita makan. Kalau kau tidak bawa makanan, kebetulan aku bawa lebih"
Yuri tersenyum ceria, "arigatou na, Nakayama Yuma. Hontou ni Arigatou" kata Yuri segera menarik Yuma kearah kelas.

***

Di pojok ruangan, F4 sedang berdiri menatap kepergian Yuma dan Yuri.
"Cihh..." kata Yuto sambil menatap mereka berdua.
Yuya dan Ryuu berdiri diantara sang ketua, memegang pundak Yuto.
"tenang saja, pasti kita atasi orang tidak berguna" kata Yuya.
Yuto tersenyum sinis. Amat sinis.


~BERSAMBUNG~

Selasa, 08 November 2011

Hana Yori Dango *JUMP edition*



Type : Series
Genre : Romantic, School, Friendship
Idea : Hana Yori Dango, Boys Before Flowers, Meteor Garden

Pasti kamu pernah menonton drama serial ala Korea, Jepang, maupun Taiwan yang berjudul Boys before flower, Hana Yori Dango, Meteor Garden, atau pun semacamnya. Walau pun tidak, pasti kalian sering mendengar nama-nama serial tersebut yang sering naik daun di Indonesia.
Yupss, film-film tersebut menceritakan tentang sebuah sekolah mewah yang memiliki sebuah geng terkenal yang berisi 4 orang anak laki-laki tampan nan kaya raya. Mereka bertemu dengan seorang perempuan yang hidupnya miskin, uniknya, perempuan itu adalah satu-satunya orang yang berani melawan ketua geng tersebut. Hari demi hari berlalu, kehidupan mereka masing-masing mulai berubah sedikit-demi sedikit.

Cast :
Nakajima Yuto as Yuto (pengganti Domyoji tsukasa )
Inoo Kei as Kei (pengganti Hanazawa Rui )
Takaki Yuya as Yuya (pengganti Mimasaka Akira )
Morimoto Ryutaro as Ryuu (pengganti Nishikado Sojiro )
Chinen Yuri as Yuri (pengganti Makino Tsukushi )
Daiki Arioka as Arioka (pengganti Ga Eul )
Yamada Ryosuke as Ryo (pengganti Ha Jae Gyong )
Okamoto Keito as Keito (pengawal Domyoji tsukasa )
Yaotome Hikaru as Hika (pengganti mama Makino Tsukushi )
Yabu Kouta as Kou (pengganti mama Domyoji tsukasa )